pernahkah kalian merasakan perbedaan ketika menghirup nafas di perkotaan yang penuh cerobong pabrik dan knalpot kendaraan, dan di alam yang masih bersih? bagi gw berada diantara suara aliran air yang jernih dengan pohon yang rindang is something relaxing,
sebenernya udah pengen banget ke curug ini awalnya cuma iseng dan bener-bener modal google aja, berawal dari nyari jalan di lurusan kali rumah, dan anehnya sampe sejauh ini ke lebak. akhirnya pas bulan februari 2018 baru dapat personel untuk pergi ke sana. inilah penampakan curugnya dari foto salah seorang teman yang saya kenal dari pencarian hashtag #curugcibangkit di instagram, wow amazing kan? dan itulah yang bikin gw ngebet ke sana
jadi letaknya ini di jalan raya cipanas ke arah citorek, dan kalian akan merasakan perjalanan yang indah khas jalanan gunung, dan itu memorable banget wkwkwk, dan waktu gw ke sana jalannya udah bagus dan beton, nanti dari google ada keterangan belok nya yaitu ke arah kampung cikancra.
kalao diliat dari peta kampung cikancra ini berada dekat dengan kaki gunung halimun salak, airnya yang besar nan bersih, dan berada di sebelahnya sawah nan hijau, yah seperti pedesaan ideal gitu, kayak dibandung, wonosobo, ataupun daerah pegunungan lainnya. karena bener-bener modal google kami gak tau lagi setelah sampai di kampung cikancra akan kemana dan medan seperti apa yang akan kami lewati, akhirnya dengan modal nanya kami mendapatkan guide yaitu abah hansip, inget ya kalau kalian ke sini untuk pertama kali sangat disarankan menggunakan guide, karena kalian akan sangat kesulitan di depan nantinya. akhirnya setelah disambut oleh warga cikancra yang ramah, kami mulai bergerak ke curug cibangkit, FYI disini kami sama sekali tidak di patok harga masuk, tapi seikhlasnya bayar biaya parkir dan guide aja. mungkin karena akses ke curug ini belum dikelola secara baik dan itu akan di ceritakan setelah ini.
bulan itu masih tergolong musim hujan, namun berutung pas kami ke sana, hanya ada tetesan gerimis yang turun, awal perjalanan dimulai dengan medan sawah yang sangat luas, you know musim hujan+sawah=?, dan sepanjang perjalanan kalian akan melihat sawah yang hijau membentang, ditambah sentuhan batu-batu besar dan menyebrangi sungai yang cukup deras namun tidak begitu lebar, mungkin kalau ditambah suara kecapi sunda akan menambah kental suasana parahyangan hehehe. jadi tracking ini ada 3 tahapan, kalau dipikir-pikir, ini mirip kaya acara stage acara petualangan atau apapun namanya, pertama kita harus melalui sawah dengan jalan yang becek kalau diperkirakan mungkin ada 2-3 KM yes guys iam not kidding, kedua kita harus menyebrang sungai dengan aliran hulu yah you know lah cukup deras tapi tidak lebar, ketiga kita harus mendaki, iya serius mendaki bukit yang sangat terjal dan kalau orang yang sering naik gunung, bukan gw ya haha, katanya ini jalurnya belum open track wkwk, sadis gan.
kita berlima bersama pak hansip start tracking jam 11.00 melewati sawah yang luas dan panjang dan juga becek, beberapa dari kami sekali dua kali terpeleset akibat jalanan yang licin. dan beberapa kali kami harus beristirahat dan membersihkan alas kaki yang sudah tebal diselimuti lumpur dan tanah liat. kami yang masih muda merasa malu dengan pak hansip yang umurnya sekitar 50 tahun lebih dan bahkan memakai sepatu bot, tak tampak di wahjahnya rasa lelah dan beliau selalu ada di depan dengen kecepatan 20 m/s di medan sawah dengan gaya gesek bumi... ehhh.. yang itu bercanda, tapi dia selalu di depan bahkan kalau nggak nungguin kami beliau bisa saja menghilang bak mengejar valentino rossi dengan motor matic, tapi alhamdulillah sepanjang perjalanan gak ada yang namanya lintah, dengan beban yang cukup berat dan medan seperti ini pasti sangat menguras tenaga.
kedua, menyebrang sungai seperti biasa menyebrang sungai pada aliran yang deras kita harus menakar sisi dangkal dan dalamnya, dengan pengetahuan dan pengalaman guide kami dengan mudah tidak menggunakan cara itu hahahaha, tapi harus tetap berhati-hati guys.
ketiga inilah yang bener bener menantang, mendaki bukit yang terjal bahkan banget, gw perkirakan kemiringannya sekitar 115-120 derajat dan ditambah jalur bekas hujan membuat jalanan jadi agak licin, untung masih banyak tumbuhan dan tanaman, jadi kita bisa berpegangan untuk memudahkan kita nanjak, dan hal yang sangat ekstrik adalah bukit ini dekelilingi jurang, jadi saat ngga fokus, ini bakal sangat berbahaya. akhirnya kami sampai di curug cibangkit setelah nanjak dan dua stage sebelumnya pada jam 13.30 atau jam 14.00 udh lupa
saat sampai di sana, ternyata ada stage terakhir yang harus kami taklukin yaitu adalah menaiki air terjun diatas ini dengan air yang deras, dan tak ada bantuan tambang atau apapun. gw pun sangat ngeri melihatnya, dan disisi lain gw sangat penasaran dengan curug cibangkit, akhirnya antara hidup dan mati gw berani-beraniin naik ke situ, kenapa ini krusial banget, karena saat lu jatuh, lu bakal terbentur sama batu-batu dulu dan terus begitu sampai jatuh ke jurang yang cukup dalam. namanya juga trip iseng-iseng jadi ga bawa plastik anti air buat HP, jadi curug cibangkit nya cuma ada dalam memori, dan di bawah ini ada beberapa dokumentasi, dan video youtube juga, dan sekarang gw penasaran dengan jalur citorek ke bayah dan sukabumi, mudah-mudahan masih diberi kesempatan oleh Allah SWT aamiin.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar